Rabu, 31 Mei 2017

Hal yang harus dilakukan kepada orang yang sedang sakharatul maut

بِسـْمِ الْلّٰهِ الْرَّ حْمَنِ الْرَّحِيْمِ


Pernahkan anda menunggu atau mendampingi keluarga, famili, tetangga atau orang lain yang sedang sakkaratul maut?
 Tentunya pernah, lantas apa yang anda perbuat? Apakah cukup diam membisu atau menangis tersedu-sedu?
 
Bila kita berada di tengah-tengah seseorang yang sedang sakkaratul maut, dianjurkan kita melakukan beberapa hal, yaitu :   Menghadapkan orang tersebut ke kiblat dengan tiga cara, yaitu kepala dihadapkan ke utara dan kaki ke selatan dengan miring ke kanan seperti orang dalam kubur;  kaki dihadapkan ke barat dan kepala ke timur dengan diangkat mukanya ke arah barat; kepala dihadapkan ke selatan dan kaki ke utara dengan miring ke kiri.
 
Dianjurkan orang tersebut agar berwasiat mengenai hartanya ke masjid, madrasah, panti asuhan sebanyak-banyaknya sepertiga dari harta kekayaannya. Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Baihaqi dari Abu Qaradah juga oleh Hakim bahwasanya tatkala Nabi shalallaahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, beliau menanyakan Parra bin Ma’rur. Kata mereka, ia sudah wafat dan mewasiatkan sepertiga hartanya untuk engkau, juga agar ia dihadapkan ke kiblat sewaktu hendak meninggal. Maka Nabi  shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tepat menurut ajaran agama Islam”.
 
Diajarkan orang yang sedang sakkaratul maut membaca, “Laa ilaaha illallaah”. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, Abu Daud, bahwasanya Rosulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ajarilah orang-orangmu yang akan meninggal membaca,‘Laa ilaaha illallaah’.  Dan selanjutnya hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Mu’az bin Jabal bahwasanya Rosulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa-siapa yang ucapan terakhirnya ‘Laa ilaaha illallaah’, ia akan masuk syurga”. Hadits dimaksud jangan ditafsirkan menjadi murah untuk masuk syurga, karena orang yang sedang sakkaratul maut sangat sulit membaca  “Laa ilaaha illallaah”, karena pada saat itu sakitnya berlipat ganda, mana ingat membacanya, mungkin tidak pernah mengerjakan sholat sejak hidupnya, atau pernah melakukan dosa besar dan belum bertaubat, sehingga menjadi penghambat untuk mengucapkan “Laa ilaaha illallaah” saat sakkaratul maut.
 
Dibacakan surat Yaa –sin di dekat orang yang sedang menghadapi sakkaratul maut. Dari Ma’qil bin Yasar bertaka bahwasanya Nabi shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bacakanlah olehmu terhadap orang yang akan meninggal dunia surat Yaa-sin”. Dari Abi Marda’ berkata bahwasanya Nabi shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tiadalah bagi sesorang yang akan meninggal yang dibacakan surat Yaa-sin, keculai dimudahkan Allah kematiannya” (HR Shohibul Firdaus).
 
Setelah diketahui orang tersebut telah menghembuskan nafas terakhirnya, dianjurkan kepada yang berada di sekitar si mayit untuk melakukan :   Memejamkan matanya dan merapatkan mulutnya yang terbuka, sambil mendoakannya. Rosulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam datang melawat Abu Salamah didapatinya matanya terbuka, maka ditutupkannya. Kemudian sabdanya, “Jika nyawa seseorang dicabut, maka diikuti oleh pandangannya”. Tiba-tiba kedengarana suara ribut diantara keluaga, maka Nabi bersabda, “Janganlah kamu mengucapkan terhadap dirimu, kecuali yang baik, karena malaikat-malaikat akan turut mengaminkan apa yang kamu ucapkan”. Lalu, doanya, “Ya Allah, berilah keampunan bagi Abu Salamah dan tinggikan derajatnya di lingkungan orang-orang yang memperoleh petunjuk, danangkatlah penggantinya di kalangan anak cucunya yang tinggal, serta berilah keampunan bagi kami dan baginya, wahai Tuhan Robbul ‘alamiin dan berilah kelapangan baginya dalam kuburnya dan terangilah ia dengan cahaya” (HR Muslim dari Ummu Salamah).
 
Menyelimuti si mayit dengan kain yang bagus agar wajahnya yang mungkin berubah sewaktu sakkaratul maut tidak menjadi tontonan. Hal ini berdasarkan riwayat dari Bukhari dan Muslim bahwasanya Nabi  shalallaahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau wafat, jasadnya ditutupi dengan selimut dari Yaman.
 
Diperkenankan mencium si mayit oleh keluarganya. Dari ‘Aisyah berkata bahwasanya Rosulullah  shalallaahu ‘alaihi wa sallam telah mencium Utsman bin Madh’un sewaktu meninggalnya, sehingga aku melihat air mata mengalir di atas wajahnya” (HR Ahmad).
 
Memberitahukan kematiannya kepada keluarga yang dekat dan handai taulan. Dari Abu Hurairah berkata bahwasanya sesungguhnya Rosulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam memberitahukan kepada para sahabatnya mengenai kematian Hajasyi diharinya dia meninggal dunia” (HR Bukhari dan Muslim).
 
Menyegerakan untuk menyelesaikan hutang piutang si mati. Dari Abu Hurairah berkata bahwasanya Nabi shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Nyawa orang mukmin itu tergantung pada hutangnya sampai dibayar terlebih dahulu” (HR Ahmad, Ibnu Mjah dan Tirmidzi). Maksud hadits ini bahwa terhalangnya si mayit mendapatkan kebahagiaan atau terhalang untuk masuk syurga apabila mampu membayar hutang, namun tidak berniat untuk membayarnya, itulah orang yang terhalang.
 
Dalam hadits yang lain diterangkan dari Salamah bin Akwa’ mengatakan bahwasanya pernah kami duduk di sisi Rosulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam, lalu didatangkan jenazah, mereka bertanya, “Ya Rosulullah sholatilah dia”. Beliau bertanya, “Apakah dia meninggalkan sesuatu?”. Mereka menjawab, “Tidak”. Beliau bertanya lagi, “Apakah dia mempunyai hutang?”. Mereka menjawab, “Tiga dinar”. Nabi bersabda, “Sholatilah oleh kamu, dia sahabat kamu”. Abu Qotadah berkata, “Sholatilah, ya Rosulullah dan saya yang menjamin hutang-hutangnya”. Maka Rosulullah mensholatinya. (HR Ahmad dan Bukhari). Hadits ini menjadi petunjuk bagi kita, bahwa sebelum si mayit disholati terlebih dahulu ahli waris menyampaikan jaminan akan membayar hutang-hutang si mati.
 
Kita diperintahkan untuk segera menguburkannya, namun sebelum dikubur kita diwajibkan memandikan, mengkafani, mensholatinya, mengantar ke kubur dan menguburkannya.
 
Itulah pokok-pokok yang dilakukan apabila menghadapi orang yang sedang sakkaratul maut ...
 
Semoga bermanfaat dan penuh Kebarokahan dari Allah.....
 
Marilah Setiap detak-detik jantung..,
selalu kita isi dengan..
Asma Teragung diseluruh jagad semesta raya ini...
 
Vicky
Zawiyah Sirul Barokah
Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma wabihamdika AsyaduAllahilaha illa Anta Astagfiruka wa'atubu Ilaik .

Tanya jawab malaikat maut

Sesungguhnya setiap manusia akan mengalami kesudahan. Betapa pun lezatnya dia merasakan kenikmatan hidup di dunia, betapa pun panjang umurnya, betapa pun dia memuaskan syahwat dan meneguk kenikmatan dunia, dirinya tetap akan mengalami kesudahan. Kematian! Itulah kesudahan tersebut. Sesuatu yang tidak dapat dihindari.



Allah ta'ala berfirman,

Yang Artinya:  
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati." (QS. Ali Imran: 185)

Seorang penyair mengatakan,
Setiap manusia, betapa pun panjang umurnya
Kelak di suatu hari, dirinya akan terusung di atas keranda
pada hari tersebut seluruh makhluk kembali menghadap kepada Allah agar seluruh praktek mereka dihisab.

Allah ta'ala berfirman,

واتقوا يوما ترجعون فيه إلى الله

"Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah." (QS. Al Baqarah: 281)

Hari yang sering terlupakan, hari yang paling akhir, hari di mana kerongkongan tersekat. Tiada hari setelahnya dan tidak ada yang semisal dengannya. Itulah hari yang dahsyat dan telah Allah tetapkan bagi seluruh makhluk-Nya, baik yang muda maupun yang tua, yang terpandang maupun yang hina. Dan saat itu kematian tiba, semua perbuatan dan amal baik buruk kita akan dipertanggung jawabkan. Kelak apa saja yang akan ditanyakan malaikat kepada kita? Inilah pertanyaan yang akan diberikan saat kita di alam barzah,


Tanya: Man rabbuka? Siapa Tuhanmu?
Jawab: Allahu Rabbi. Allah Tuhanku.

Tanya: Man Nabiyyuka? Siapa Nabimu?
Jawab: Muhammadun Nabiyyi. Muhammad Nabiku

Tanya: Ma Dinuka? Apa agamamu?
Jawab: Al-Islamu dini. Islam agamaku

Tanya: Man Imamuka? Siapa imammu?
Jawab: Al-Qur'an Imami. Al-Qur'an Imamku

Tanya: Aina Qiblatuka? Di mana kiblatmu?
Jawab: Al-Ka'batu Qiblati. Ka'bah Qiblatku

Tanya: Man Ikhwanuka? Siapa saudaramu?
Jawab: Al-Muslimun Wal-Muslimat Ikhwani. Muslimin dan Muslimah saudaraku ..

Jawabannya sangat sederhana bukan?
Tapi apakah sesederhana itukah kelak kita akan menjawabnya?

Saat tubuh terbaring sendiri di perut bumi.
Saat kegelapan menghentak ketakutan.
Saat tubuh menggigil gemetaran.
Saat tiada lagi yang mampu jadi penolong.

Ya, tak akan pernah ada seorangpun yang mampu menolong kita.
Selain amal kebaikan yang telah kita perbuat selama hidup di dunia.

Astaghfirullahal 'Adzim.
Ampunilah kami Ya Allah.
Kami hanyalah hamba-Mu yang berlumur dosa dan maksiat.
Sangat hina diri kami ini di hadapan-Mu.
Tidak pantas rasanya kami meminta dan selalu meminta maghfirah-Mu.
Sementara kami selalu melanggar larangan-Mu.

Ya Allah ...
Izinkan kami untuk senantiasa bersimpuh memohon maghfirah dan rahmat-Mu.
Tunjukkanlah kami jalan terang menuju cahaya-Mu.
Tunjukkanlah kami pada jalan yang lurus.
Agar kami tidak sesat dan tersesatkan.

Aamiin Yaa Rabbal 'aalamiin

Selasa, 30 Mei 2017

Tips tukang parkir jagain motor yang benar

TIPS TUKANG PARKIR

Se bagian banyak orang beranggapan bahwa kerja jadi tukang parkir itu gampang bangettt, eehh jangan salah! ##
Jadi tukang parkir itu resiko nya besar,
kalo ada kendaraan yang hilang,
otomatis tukang parkir yang bakalan disuruh tanggung jawab .
Urusan sama pemilik kendaraan dan pihak kepolisian.

ini tips agar kendaraan selalu aman

1. Fokus
   Fokus melihat keadaan jika ada orang yang mencurigakan , awasi dia sampai dia yang kita curigai benar benar bukanlah maling,

2.Teliti
   Wajib teliti agar parkiran anda selalu aman, periksa semua motor dan pastikan tidak ada kunci kontak yang masih menempel,.